Temuan BPK di KPU Batubara: Jawaban Singkat, Publik Masih Menunggu Transparansi Detail

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 09:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batubara|piv.co.id—

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Pemeriksaan Kepatuhan Pengelolaan Keuangan Pemilu 2024 pada Satker KPU Kabupaten Batubara kembali memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pengelolaan anggaran negara. Laporan BPK sebelumnya menyoroti harga formulir plano yang dinilai tidak wajar, kekurangan volume pekerjaan, kelebihan pembayaran jasa konsultansi audit dana kampanye, hingga honorarium dan perjalanan dinas yang tidak sesuai ketentuan.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, media telah mengajukan tiga poin konfirmasi resmi kepada Sekretaris KPU Batubara, yakni:

 

1. Tindak lanjut yang telah atau sedang dilakukan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

 

2. Status pelaksanaan rekomendasi BPK, termasuk instruksi kepada PPK untuk menarik dan menyetorkan kelebihan pembayaran ke kas negara.

 

3. Langkah penguatan pengendalian dan pengawasan pengadaan barang/jasa ke depan.

 

Menanggapi permintaan tersebut, Sekretaris KPU Batubara, Adhe Siska Amelia Rinanda, menyampaikan bahwa tindak lanjut telah dilakukan.

 “Point pertama telah ditindaklanjuti sesuai dengan LHP BPK,” ujarnya.

Siska juga menyebut kelebihan pembayaran yang disorot BPK telah dikembalikan oleh pejabat terkait.

 “Point kedua telah disetorkan oleh PPK terkait kelebihan pembayaran ke kas negara.”

Terkait reformasi tata kelola, ia menegaskan komitmen internal.

“Point ketiga akan menjadi perhatian kami dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa ke depannya.”

 

Namun, jawaban tersebut belum menjelaskan rincian krusial—seperti waktu penyetoran, total nilai yang sudah dikembalikan, dokumen bukti setoran, bentuk sanksi internal (jika ada), maupun mekanisme pengawasan baru yang akan diterapkan agar temuan serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Kesalahan Penganggaran Belanja Modal 1,3 M : Plt Kepala Dinas Pendidikan Dan Ketua Tapd Bungkam

 

Padahal, tiga poin konfirmasi media ditujukan untuk memastikan akuntabilitas, bukan sekadar klarifikasi administratif. Temuan BPK menyangkut uang publik, sehingga penyelesaian bukan hanya soal pengembalian dana, tetapi juga perbaikan sistem, evaluasi pengadaan, ketepatan penetapan harga, hingga integritas proses anggaran.

 

Sebagai penyelenggara Pemilu yang memegang mandat demokrasi, KPU semestinya memposisikan transparansi bukan sebagai beban, melainkan kewajiban moral dan institusional. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana setiap rupiah anggaran Pemilu dikelola—bukan hanya diberi jawaban normatif tanpa data pendukung.

 

Publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar pernyataan. Dan pengawasan sosial tetap menjadi instrumen terpenting untuk memastikan tata kelola keuangan negara dijalankan secara terbuka dan bertanggung jawab.

(Red)

Berita Terkait

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?
Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 
TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN
EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus
Belanja Pengawasan Asahan: Temuan Dan Kebungkaman
Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  
Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:27

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?

Senin, 22 Juni 2026 - 11:04

Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:16

TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:09

EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:55

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:02

Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:26

Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:48

Blackout Sumatera Picu Tragedi: Dua Pegawai Toko Aksesoris Meninggal Diduga Keracunan Gas Genset di Batu Bara  

Berita Terbaru