CAMAT DATUK TANAH DATAR DIGERUDUK WARGA: “KAMI MALU”

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PIV.CO.ID

BATU BARA — Suara lantang dan jujur menggema di halaman Kantor Camat Datuk Tanah Datar hari ini. Puluhan warga, didominasi para ibu-ibu, menyampaikan aspirasi secara terhormat namun menohok: “KAMI MALU!! Kantor Camat Kami Bekas Rumah Pasar Hewan.”(6/8/26)

Membawa baliho berisi lima tuntutan utama, warga memohon kepada Bupati Batu Bara agar mewujudkan janji “Bahagia” dengan segera membangun Kantor Camat yang baru, layak, dan pantas menjadi wajah pelayanan pemerintah di tengah masyarakat. Kondisi bangunan yang buruk dan tidak lagi memadai dirasakan masyarakat bukan sekadar kekurangan fisik, melainkan sebuah rasa malu yang harus disampaikan secara lurus kepada pemerintah.

 

Baliho yang dikibarkan menyuarakan lurus kebenaran masyarakat:

// “Pak Bupati, ‘Bahagia’-kan kami dengan pembangunan Kantor Camat”

//”Pak Bupati, kantor camat kami buruk, butuh pembangunan yang baru”

//”Kami butuh kantor yang layak untuk pelayanan masyarakat”

//”Kami Aliansi Masyarakat Datuk Tanah Datar memohon pembangunan Kantor Camat”

// “Pak Bupati, Kami Malu — kantor camat kami bekas rumah pasar hewan”

 

Di hadapan warga yang berani bersuara, Camat Datuk Tanah Datar, Bapak Priyo Pratomo, ST, MM, tampil terbuka dan menerima setiap aspirasi dengan rendah hati. Beliau menyampaikan tanggapan atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan Bupati Batu Bara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan Bapak Bupati, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran dan keberanian Bapak/Ibu sekalian menyampaikan harapan secara terhormat di tempat ini,” ujar Camat Priyo membuka sambutannya.

 

Beliau tidak menampik kenyataan yang disampaikan warga. “Kondisi kantor yang Bapak/Ibu sebutkan sebagai ‘bekas rumah pasar hewan’ itu — sungguh, rasa malu dan prihatin itu kami rasakan bersama. Kantor Camat adalah wajah pelayanan pemerintah di tengah masyarakat. Sudah selayaknya menjadi tempat yang layak, nyaman, dan membanggakan — bukan sebaliknya, memprihatinkan dan memalukan.”

Baca Juga:  Junaedi Antonius Sitanggang Bungkam Soal Temuan BPK: Pengelolaan Aset Rp3,8 Triliun Pemko Pematangsiantar Dinilai Belum Tertib

 

Camat Priyo menyampaikan pesan langsung dari Bupati:

“Bapak Bupati mengetahui dan sangat memahami perasaan masyarakat Datuk Tanah Datar. Beliau menitipkan permohonan maaf yang tulus atas ketidaklayakan yang Bapak/Ibu alami selama ini. Pemerintah tidak menutup mata, dan tidak akan berpura-pura tidak tahu. Kondisi ini harus segera diperbaiki sebagai wujud penghargaan kami kepada masyarakat yang taat membayar pajak.”

 

Lebih dari sekadar mendengarkan, Camat Priyo memberikan jaminan tindak lanjut: “Seluruh aspirasi dan bukti kondisi yang Bapak/Ibu sampaikan hari ini, akan saya laporkan secara rinci dan langsung kepada Bapak Bupati untuk segera ditindaklanjuti.”

 

Beliau kemudian meyakinkan warga agar tetap bersabar namun tak perlu ragu:

“Saya memohon Bapak/Ibu bersabar sedikit lagi. Namun yakinlah — suara Bapak/Ibu hari ini telah didengar dan dicatat dengan tinta emas oleh Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Bupati Batu Bara tidak akan membiarkan masyarakatnya merasa malu menghadap pemerintah sendiri.”

 

Di akhir sambutan, Camat Priyo mengangkat derajat pengawasan masyarakat:

“Pengawasan Bapak/Ibu adalah bagian dari pembangunan itu sendiri. Terima kasih atas kepeduliannya. Kami berjanji tidak akan mengecewakan harapan masyarakat Datuk Tanah Datar.”

 

Suasana pun berakhir damai. Warga merasa didengar, dan Camat Priyo Pratomo membuktikan bahwa seorang pemimpin yang jujur, terbuka, dan berani menyampaikan aspirasi rakyat kepada atasannya — adalah kehormatan yang melampaui sekadar jabatan yang disandangnya. Kini, seluruh mata masyarakat Datuk Tanah Datar menanti: apakah suara emas yang tercatat hari ini akan segera berwujud bangunan baru yang membanggakan?

(Red)

 

Berita Terkait

Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 
Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan
Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”
UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?
EDITORIAL:  Kemerdekaan Harus Bermakna Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat, Bagaimana dengan Batu Bara? 
EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih
Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam
BELANJA WAJIB TIDAK TERPENUHI, SEKDA BATU BARA DIKONFIRMASI TETAP BUNGKAM
Berita ini 267 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:53

Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 

Minggu, 13 September 2026 - 02:56

Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan

Selasa, 1 September 2026 - 07:30

Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”

Selasa, 1 September 2026 - 04:36

UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:20

EDITORIAL:  Kemerdekaan Harus Bermakna Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat, Bagaimana dengan Batu Bara? 

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:43

Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:20

BELANJA WAJIB TIDAK TERPENUHI, SEKDA BATU BARA DIKONFIRMASI TETAP BUNGKAM

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:22

CAMAT DATUK TANAH DATAR DIGERUDUK WARGA: “KAMI MALU”

Berita Terbaru