Wujudkan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Tebar 10.000 Benih Ikan Lele

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Batubara |piv.co.id-

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku kembali melanjutkan program budidaya ikan lele sebagai bagian dari pelatihan kemandirian dan penguatan ketahanan pangan. Pada kegiatan kali ini, sebanyak 10.000 ekor benih ikan lele ditebar di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Labuhan Ruku, Kamis (5/2).

 

Kegiatan budidaya ikan lele tersebut melibatkan langsung warga binaan pemasyarakatan bersama Kepala Lapas Labuhan Ruku, pejabat struktural, serta Staf Bimbingan Kerja (Bimker). Keterlibatan aktif berbagai pihak ini menjadi wujud sinergi dalam mendukung pembinaan kemandirian bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

 

Program budidaya lele ini merupakan salah satu bentuk pelatihan yang diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan produktif. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengenai tata cara pembibitan, perawatan, hingga pemanenan ikan lele secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Antisipasi Gangguan Kamtib, Jajaran Lapas Labuhan Ruku Periksa Teralis Kamar Hunian

 

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyampaikan bahwa budidaya ikan lele tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan di lingkungan lapas. “Kami ingin warga binaan memahami proses budidaya secara utuh, sehingga ke depan dapat menjadi bekal keterampilan bahkan peluang usaha setelah bebas,” ujarnya.

 

Menurutnya, program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada bidang pembinaan kemandirian warga binaan, agar mampu mandiri dan berdaya saing saat kembali ke tengah masyarakat.

(Red)

Berita Terkait

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?
Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 
TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN
EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus
Belanja Pengawasan Asahan: Temuan Dan Kebungkaman
Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  
Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:27

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?

Senin, 22 Juni 2026 - 11:04

Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:16

TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:09

EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:55

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:02

Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:26

Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:48

Blackout Sumatera Picu Tragedi: Dua Pegawai Toko Aksesoris Meninggal Diduga Keracunan Gas Genset di Batu Bara  

Berita Terbaru