Sekretaris LMP Soroti Isu Miring CSR, DPRD Batu Bara Dinilai Mengulur-ulur Waktu Tanggapi Keluhan Masyarakat

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 11:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Batubara | piv.co.id —

Isu miring soal pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kabupaten Batu Bara kembali memantik perhatian publik. Selain dinilai tertutup dan tidak transparan sejak tahun 2020, DPRD Kabupaten Batu Bara juga disebut terkesan mengulur-ngulur waktu dalam merespons permohonan klarifikasi dari masyarakat.

 

Sorotan terbaru datang dari Sekretaris Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Batu Bara, Irawan S.H, yang menilai bahwa CSR telah disalahpahami bahkan disalahgunakan, sehingga wajar bila publik menuntut transparansi.

 

Sekretaris LMP: CSR Bukan Filantropi, Ketika Disalahgunakan Artinya Mengkhianati Rakyat

 

Irawan menegaskan bahwa CSR bukan sekadar bagi-bagi bantuan atau kegiatan seremonial semata. Lebih jauh, CSR memiliki tanggung jawab sosial yang melekat pada perusahaan untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

 

“CSR lebih dari sekadar kegiatan filantropi atau amal. Ini bagian integral dari strategi perusahaan agar bertanggung jawab atas dampak operasionalnya terhadap masyarakat,” ujar Irawan.

 

Ia menambahkan bahwa CSR seharusnya meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan masyarakat di sekitar perusahaan.

 

Namun, ketika pelaksanaannya tertutup dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, menurutnya, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

 

 “Ketika CSR disalahgunakan, sesungguhnya ia telah menghianati rakyat. Saya sebagai Sekretaris LMP Batu Bara menegaskan: harus ada yang bertanggung jawab di depan hukum, dan kami pastikan itu,” tegasnya.

 

Baca Juga:  Investasi dan Pertanggungjawaban Keuangan Jadi Fokus DPRD Batu Bara

Ketua DPRD Batu Bara Dinilai Mengulur Waktu

 

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Batu Bara juga menjadi sorotan. Permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dari pihak-pihak masyarakat, termasuk Tunas Muda Gemkara, terkait transparansi CSR sejak 2020–2025, hingga kini belum mendapat kejelasan jadwal.

 

Ketua DPRD Batu Bara, M. Safi’i, saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, hanya menjawab:

 

“Masih fokus ke RAPBD. Segera dikabari.”

 

Jawaban tersebut dinilai terlalu singkat tanpa kepastian waktu, sehingga menimbulkan dugaan DPRD tidak serius menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait CSR perusahaan.

 

Publik Menuntut Transparansi

 

Sejumlah kelompok masyarakat sipil meminta DPRD hadir menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya, termasuk membuka data CSR yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.

 

Minimnya publikasi laporan, tidak jelasnya penerima manfaat, serta dugaan keterlibatan oknum tertentu membuat pengelolaan CSR dianggap rawan penyimpangan.

 

LMP Batu Bara menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal proses ini, termasuk membawa dugaan penyimpangan CSR ke ranah hukum bila diperlukan.

(Red)

Berita Terkait

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?
Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 
TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN
EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus
Belanja Pengawasan Asahan: Temuan Dan Kebungkaman
Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  
Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:27

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?

Senin, 22 Juni 2026 - 11:04

Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:16

TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:09

EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:55

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:02

Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:26

Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:48

Blackout Sumatera Picu Tragedi: Dua Pegawai Toko Aksesoris Meninggal Diduga Keracunan Gas Genset di Batu Bara  

Berita Terbaru