Prof. Dr. Sutan Nasomal: Warga Bopunjur Menanti Presiden Prabowo Segera Wujudkan Tol Lintas Selatan Ciawi–Cipanas–Cianjur

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 11:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bogor|piv.co.id-

Harapan masyarakat Bogor–Puncak–Cianjur (Bopunjur) terhadap terobosan besar dalam mengurai kemacetan kronis kembali mengemuka. Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SE., SH., MH., pakar hukum internasional sekaligus ekonom nasional, menegaskan bahwa sudah hampir satu dekade masyarakat menantikan hadirnya solusi nyata berupa pembangunan Tol Lintas Selatan yang menghubungkan Ciawi, Cipanas, hingga Cianjur (25/11/2025)

 

Dalam wawancara melalui sambungan telepon dari kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta, Prof. Sutan menyampaikan dukungan penuh agar Presiden RI Prabowo Subianto menjadikan proyek strategis ini prioritas nasional.

 

 “Masyarakat Bopunjur sudah terlalu lama menunggu. Di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kami berharap mimpi ini diwujudkan. Beliau adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memahami urgensi persoalan ini,” ujar Prof. Sutan.

 

Kemacetan 15 Tahun Tak Kunjung Usai

 

Prof. Sutan menilai kondisi lalu lintas di kawasan Bogor–Ciawi–Puncak–Cisarua yang telah macet parah selama lebih dari 15 tahun merupakan persoalan serius yang merugikan masyarakat maupun pelaku usaha.

 

Rute yang seharusnya ditempuh 45 menit dari Bogor ke Cisarua kini memakan waktu hingga 3 jam, bahkan perjalanan menuju Cianjur dapat mencapai 6 jam akibat kepadatan di Gadog, Megamendung, Tugu, dan jalur Puncak.

 

 “Volume kendaraan bisa mencapai 150.000 unit setiap akhir pekan. Tanpa infrastruktur alternatif, tarikan ekonomi kawasan Puncak dan Cipanas otomatis melemah. Banyak masyarakat membatalkan perjalanan akibat kemacetan ekstrem,” ujarnya.

 

Baca Juga:  Kapolsek Medang Deras Lakukan Pengecekan Saluran Tanggul Dam Pengairan untuk Bantu Petani

Tol Bogor–Caringin–Cigombong–Cisarua–Cipanas–Cianjur, Jawaban Kebutuhan Ekonomi

 

Prof. Sutan menegaskan bahwa pembangunan jalur tol selatan tidak hanya menyelesaikan kemacetan, tetapi menjadi kunci pemerataan ekonomi Jawa Barat bagian selatan.

 

“Tol lintas selatan adalah instrumen strategis untuk meningkatkan akses, distribusi barang, pertumbuhan industri, serta membuka ruang pemekaran daerah. Akses Bogor–Cianjur yang kini 6 jam bisa ditekan menjadi 1 jam dengan tol,” ungkapnya.

 

Profesor yang juga pendiri dan pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus ini menilai keberhasilan tol Pantura seperti Jakarta–Cikampek–Bandung harus menjadi pelajaran bahwa kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat selalu mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan.

 

Presiden Diminta Prioritaskan Kawasan Selatan Jawa Barat

Prof. Sutan mengajak pemerintah pusat melihat urgensi pembangunan tol ini sebagai kebutuhan yang mendesak dan berdampak luas. Menurutnya, kawasan selatan Jawa Barat terlalu lama tertinggal dari sisi infrastruktur besar, sementara potensinya luar biasa besar.

 

“Saya mendesak Presiden RI agar memberi perhatian khusus. Warga Bopunjur sangat membutuhkan jalur tol yang memudahkan akses ke Cipanas, Cianjur, dan Bandung. Ini investasi untuk generasi mendatang,” tegasnya.

 

Kesimpulan

Seruan Prof. Dr. KH Sutan Nasomal menggambarkan aspirasi luas masyarakat yang menginginkan pembangunan Tol Lintas Selatan segera direalisasikan. Di tengah kemacetan yang terus berulang, masyarakat Bopunjur menunggu langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan solusi permanen, bukan sekadar wacana.

(Red)

 

Berita Terkait

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN
Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 
Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan
Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”
UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?
EDITORIAL:  Kemerdekaan Harus Bermakna Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat, Bagaimana dengan Batu Bara? 
EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih
Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:44

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN

Rabu, 16 September 2026 - 11:53

Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 

Minggu, 13 September 2026 - 02:56

Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan

Selasa, 1 September 2026 - 07:30

Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”

Selasa, 1 September 2026 - 04:36

UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:44

EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:43

Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:20

BELANJA WAJIB TIDAK TERPENUHI, SEKDA BATU BARA DIKONFIRMASI TETAP BUNGKAM

Berita Terbaru