PMPRI Bongkar Kejanggalan Proyek Jalan Pulau Rakyat: Beton Lemah, Lebih Bayar Rp 2,8 M!

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 06:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ASAHAN|piv.co.id—

Pada Kamis, 20 November 2025, Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Utara LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) melakukan uji mutu beton (hammer test non destruktif) pada proyek Peningkatan Ruas Jalan Pulau Rakyat–Simpang IV yang dibiayai melalui DBH Sawit 2023 dengan nilai kontrak Rp 12.329.383.569.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Anugrah Juni Arta Arif dengan konsultan pengawas CV Mandiri Teknik Konsultan.

 

Langkah investigatif PMPRI dilakukan setelah adanya temuan LHP BPK RI Nomor 45.B/LHP/XVIII.MDN/05/2025, yang mencatat adanya lebih bayar sebesar ±Rp 2,8 miliar. Hingga kini, PMPRI menilai tidak ada rincian resmi dari BPK mengenai komponen pekerjaan yang menyebabkan lebih bayar tersebut.

 

Uji Lapangan: Diduga Mutu Beton Pada Badan Jalan di Bawah Standar

 

Melalui uji hammer test pada enam titik sampel, PMPRI menemukan nilai rebound berkisar 14 hingga 21, yang mengindikasikan mutu beton berada di bawah kelas K-150.

Padahal, menurut Spesifikasi Umum Bina Marga, mutu beton bahu jalan semestinya berada pada kelas K-250.

 

Ketua DPD PMPRI Sumut, M. Jami Nasution, ST, meminta Dinas PUTR Kabupaten Asahan untuk melakukan kajian teknis yang objektif terhadap pekerjaan tersebut.

 

“Kami meminta Dinas PUTR memberikan kajian teknis secara terbuka. Jika mutu beton tidak sesuai spesifikasi, ini bukan sekadar kesalahan administrasi—ini menyangkut mutu infrastruktur yang dibiayai uang rakyat,” tegas Jami.

 

Jami juga menambahkan pernyataan strategis terkait komitmen pengawasan PMPRI:

 

 “Proyek peningkatan badan jalan APBD T.A 2023 Kabupaten Asahan yang mendapat rekomendasi lebih bayar ini akan kami uji hammer secara keseluruhan. Kami ingin memastikan bahwa kedepannya tidak ada lagi pekerjaan yang dibiayai dari pajak rakyat dikerjakan dengan cara ugal-ugalan,” ujarnya tegas.

 

Baca Juga:  Prof Dr Sutan Nasomal Yakin Presiden RI Belum Tahu Bigbos Mafia BBM Karena Belum Di Evaluasi Total

PMPRI Soroti Pengawasan dan Potensi Penyimpangan

 

Terpisah, Sekretaris Jenderal PMPRI Sumut Hendra Syahputra S.Pm menilai temuan lebih bayar 2,8 miliar tersebut sebagai sinyal lemahnya fungsi pengawasan.

 

 “Temuan lebih bayar sebesar ±2,8 miliar bukan angka kecil. Ini menunjukkan adanya ketidaktepatan pelaksanaan pekerjaan dan lemahnya pengawasan pemerintah daerah,” ujar Hendra.

 

Pernyataan Sikap Resmi PMPRI :

1. Menuntut transparansi penuh dari dinas terkait terkait penyebab lebih bayar dan item pekerjaan yang bermasalah.

 

2. Mendesak PPK, PPTK, konsultan pengawas, dan kontraktor agar memberikan penjelasan resmi secara terbuka.

 

3. Menuntut pengembalian kerugian negara sebesar 2,8 miliar serta penjatuhan sanksi tegas atas kelalaian atau penyimpangan.

 

4. Mendorong Bupati dan Inspektorat menindaklanjuti temuan BPK dalam 60 hari sebagaimana ketentuan.

 

5. Meminta aparat penegak hukum melakukan pendalaman bila terdapat indikasi mark-up, rekayasa volume, atau praktik koruptif.

 

 

6. Mengajak masyarakat turut mengawasi kondisi lapangan dan melaporkan kerusakan dini.

 

 “Setiap rupiah uang publik harus dikelola secara jujur, terbuka, dan bertanggung jawab. Temuan lebih bayar sebesar 2,8 miliar adalah potensi kerugian negara yang tidak boleh dibiarkan. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.”Tegas Hendra

(Red)

 

Berita Terkait

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN
Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 
Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan
Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”
UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?
EDITORIAL:  Kemerdekaan Harus Bermakna Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat, Bagaimana dengan Batu Bara? 
EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih
Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:44

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN

Rabu, 16 September 2026 - 11:53

Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 

Minggu, 13 September 2026 - 02:56

Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan

Selasa, 1 September 2026 - 07:30

Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”

Selasa, 1 September 2026 - 04:36

UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:44

EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:43

Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:20

BELANJA WAJIB TIDAK TERPENUHI, SEKDA BATU BARA DIKONFIRMASI TETAP BUNGKAM

Berita Terbaru