Optimalisasi Aset Negara, Kalapas Labuhan Ruku Tinjau Lahan dan Rencana Penumbangan Sawit di Air Joman

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Batubara|piv.co.id—

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, melakukan pengecekan batas tanah serta persiapan penumbangan pohon sawit di lahan Lapas yang berada di wilayah Air Joman, Selasa (20/1).

 

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam memastikan kejelasan status dan batas kepemilikan lahan milik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KEMENIMIPAS).

 

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Hamdi Hasibuan bertemu langsung dengan Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Asahan, Mariani Simangunsong, Kabid Pertanahan Anton Sutresno, Manager Infrastruktur Rudi, Kepala Badan Hukum BSP Wahyu, Manager Serbangan Estate Billy Sidamanik, serta Asisten Divisi 1 Serbangan Abed Nego. Turut mendampingi Kalapas, Kepala Seksi Kegiatan Kerja dan Kasubbag Tata Usaha Lapas Labuhan Ruku.

 

Pengecekan lokasi dilakukan secara menyeluruh dengan meninjau langsung titik-titik batas tanah untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan antara lahan Lapas dengan area sekitarnya. Penegasan batas tanah ini dinilai penting sebagai dasar perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan lahan ke depan, khususnya untuk mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan.

Baca Juga:  Restorative Justice: Kasus Penganiyaan di Batu Bara Berakhir dengan Damai

 

Selain pengecekan batas tanah, kegiatan ini juga membahas persiapan penumbangan pohon sawit yang berada di area lahan Lapas Air Joman. Penertiban lahan tersebut direncanakan guna mendukung pemanfaatan lahan secara optimal, salah satunya untuk program ketahanan pangan dan kegiatan kerja produktif bagi warga binaan.

 

Kalapas Hamdi Hasibuan menyampaikan bahwa sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait sangat diperlukan agar seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia berharap langkah ini dapat memberikan kepastian hukum atas aset negara serta mendukung optimalisasi fungsi lahan Lapas Air Joman dalam pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

(Red)

Berita Terkait

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN
Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 
Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan
Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”
UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?
EDITORIAL:  Kemerdekaan Harus Bermakna Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat, Bagaimana dengan Batu Bara? 
EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih
Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:44

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN

Rabu, 16 September 2026 - 11:53

Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 

Minggu, 13 September 2026 - 02:56

Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan

Selasa, 1 September 2026 - 07:30

Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”

Selasa, 1 September 2026 - 04:36

UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:44

EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:43

Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:20

BELANJA WAJIB TIDAK TERPENUHI, SEKDA BATU BARA DIKONFIRMASI TETAP BUNGKAM

Berita Terbaru