Prof Sutan Nasomal : Presiden Ri Harus Siaga Satu Dengan Jepang China Memanas Siap Perang Adalah Ancaman Untuk Indonesia

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 22:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta|piv.co.id-

Kita harapkan dengan situasi suhu perang semangkin memanas Jepang China menjadi cermin buat Presiden RI agar menjaga segala kemungkinan yang mungkin terjadi sebaiknya RI siaga satu mulai sekarang yth Pak Prabowo Subianto agar memerintahkan Panglima dan Kapolri beserta Jajaran lainnya termasuk Menteri Luar Negeri supaya memantau situasi di luar negeri 1×24 jam non stop “, ujar Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional menjawab materi pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri di kantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di 21/11/2025 via telpon selulernya.

 

Seperti mendapatkan restu dan dukungan besar oleh kondisi kekacauan global dunia dengan reaksi Jepang dan China siap perang.

 

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media bahwa sikap jepang menarik perhatian dunia international yang meningkatkan siaga perang dengan china serta menarik warga negaranya untuk keluar dari china secepatnya.

 

Begitu pula warga negara china yang berada di jepang diminta keluar dari jepang sepecatnya. Agar bila dalam beberapa hari kedepan tidak ada kendala untuk perang secara terbuka.

 

Prof Sutan menyampaikan kepada media bahwa Kekuatan Militer China yang lebih unggul kekuatannya dari pada jepang adalah kunci yang bisa membawa china unggul atau menang. Juga china akan di dukung korut dan rusia.

 

Jepang memang tidak sekuat china kekuatan militernya tetapi tidak bisa diremehkan karena jepang punya pengalaman perang dan pernah mengalahkan china pada perang dunia ke dua. Pengalaman jepang pernah hancur oleh bom atom yang dikirim oleh amerika. Maka jepang memiliki teknologi perang yang lebih tinggi saat ini.

 

Catatan dan data negara negara yang memiliki hulu ledak nuklir dan jepang tidak memiliki Nuklir. Amerika dan rusia negara terbesar memiliki hulu ledak nuklir. Apakah bila perang terjadi antara China dan Jepang akan melibatkan negara negara pemilik Nuklir.

Baca Juga:  Demi Ciptakan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Kondusif Polres Laksanakan Patroli Blue Light

Prof Sutan menyampaikan kepada media bahwa keterlibatan Nuklir bisa terjadi saat ini karena perang di timteng antara palestina dan israel sudah menghabiskan stok pedagang alutista militer. Perang rusia dan ukraina juga sudah menarik dan menguras stok persejataan berat atau alat alat tempur canggih. Maka bila china dan jepang perang. Tentu adalah puncak pertandingan olimpiade dalam unjuk kekuatan perang.

 

Perang Nuklir memang sudah diperkirakan terjadi bila china dan jepang terjadi. Korut akan ikut campur. Korsel akan terlibat. Rusia akan menghidupkan nuklirnya. Amerika juga seperti itu. Maka disusul negara negara lain yang punya nuklir dan merasa terancam.

 

Situasi terburuk perang dengan nuklir di tahun 2026 memang sudah di baca oleh para pakar strategi perang dibanyak dunia. Maka Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto harus siaga satu dan mengambil langkah langkah untuk mengamankan Negara Indonesia.

 

Laut samudra Indonesia bisa menjadi terminal semua kapal selam seluruh dunia dan kapal induk. Pulau pulau akan menjadi lapangan terbang dan gudang semua logistik perang negara barat dan timur. Walau perang tidak lama di laut china dan jepang. Kemungkinan akan lama di laut Indonesia.

 

Alasan Taiwan jadi rebutan saat ini akan mengalami hal yang sama seperti palestina dan di jadikan objek adu kekuatan militer Timur dan Barat di Timteng. Taiwan akan hancur di jadikan objek uji coba perang di ASIA oleh para ahli perang dunia.

 

Keterlibatan Amerika dan Rusia bukan cerita baru lagi dengan kekuatan militernya di ASIA. Maka perlu pertimbangan besar kekuatan militer Indonesia harus mulai di siapkan sebelum hal terburuk terjadi

 

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA Plus

(Red)

Berita Terkait

Tingkatkan Kualitas Sdm, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama Pkbm Amanah Alwasliyah Indrapura
Kalapas Labuhan Ruku Sambut Humanis Aksi Unjuk Rasa Wartawan, Utamakan Dialog dan Keterbukaan Informasi
Prof Dr Sutan Nasomal : Oknum Tokoh Pendidik Agama Melakukan Skandal Pelecehan Sexsual Wajib Di Hukum Mati Oleh Hukum Indonesia
Razia Gabungan Libatkan APH, LSM dan Media, Lapas Labuhan Ruku Dipastikan Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba
Tegaskan Komitmen Bersih Dari Narkoba, Handphone Ilegal Dan Penipuan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan
64 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Ikut Sidang Tpp, Bahas Usulan Pb, Cb Dan Tamping
TAGLINE “BAHAGIA” HANYA JARGON KOSONG! Rusian Heri Pj Sekda Bungkam Total, 36 Jam WA Tak Direspon  
Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua Tp Pkk Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun Di Lapas Labuhan Ruku 
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:47

Tingkatkan Kualitas Sdm, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama Pkbm Amanah Alwasliyah Indrapura

Senin, 11 Mei 2026 - 08:37

Kalapas Labuhan Ruku Sambut Humanis Aksi Unjuk Rasa Wartawan, Utamakan Dialog dan Keterbukaan Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:20

Prof Dr Sutan Nasomal : Oknum Tokoh Pendidik Agama Melakukan Skandal Pelecehan Sexsual Wajib Di Hukum Mati Oleh Hukum Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:54

Razia Gabungan Libatkan APH, LSM dan Media, Lapas Labuhan Ruku Dipastikan Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:00

Tegaskan Komitmen Bersih Dari Narkoba, Handphone Ilegal Dan Penipuan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:44

TAGLINE “BAHAGIA” HANYA JARGON KOSONG! Rusian Heri Pj Sekda Bungkam Total, 36 Jam WA Tak Direspon  

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:01

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua Tp Pkk Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun Di Lapas Labuhan Ruku 

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:54

Soal Rp 20 Miliar, Nasrul Dan Hardiman “BISU”  

Berita Terbaru