Prof. Dr. Sutan Nasomal Sarankan Presiden Prabowo Dirikan Pabrik Aspal dari Limbah Plastik dan Karet: Solusi Efektif, Berdaya Guna, dan Ramah Lingkungan

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

JAKARTA |piv.co.id – Gagasan strategis untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Indonesia kembali disuarakan. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, menyarankan agar Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendirikan industri pengolahan aspal berbahan baku limbah plastik dan karet bekas. Saran ini disampaikan langsung kepada para pimpinan redaksi media, melalui sambungan telepon dari kantor pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, pada Sabtu (16/5/2026).

 

Menurut Prof. Sutan Nasomal, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memproduksi aspal berbasis limbah merupakan langkah yang sangat tepat. Selain bersifat ramah lingkungan, inovasi ini menawarkan efisiensi biaya produksi yang signifikan, sekaligus menjadi solusi nyata menjaga kebersihan lingkungan di setiap kota dan kabupaten. Ia menegaskan, pelaksanaannya dapat melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga memberikan keuntungan ekonomi berkelanjutan bagi seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, hingga pemerintah kota dan kabupaten.

 

Mengubah Sampah Menjadi Aset Bernilai Tinggi

Ketersediaan sampah plastik dan limbah ban kendaraan di seluruh wilayah Indonesia dinilai sangat melimpah dan mencukupi sebagai bahan baku utama industri ini. Oleh karena itu, Prof. Sutan menekankan pentingnya kolaborasi antara Presiden Republik Indonesia, para ahli, kalangan akademisi, dan pelaku usaha nasional untuk mewujudkan gagasan tersebut.

 

Secara teknis, pencampuran limbah plastik dan karet ke dalam adukan aspal terbukti mampu meningkatkan kualitas konstruksi jalan. Aspal hasil olahan ini memiliki daya rekat yang lebih kuat dan tahan lama, tidak mudah terlepas atau rusak meski terpapar suhu panas ekstrem maupun curah hujan tinggi. Selain itu, tekstur permukaannya lebih halus namun tetap memiliki cengkeraman yang aman dan tidak licin bagi segala jenis kendaraan. Dari sisi ekonomi, proses pengolahannya pun dinilai sangat efisien karena tidak memerlukan tambahan bahan kimia mahal.

Baca Juga:  Produksi Lemari Berkualitas Tinggi, Lapas Labuhan Ruku Penuhi Permintaan Toko Perabotan Batubara

 

Langkah Menuju Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global

Prof. Sutan Nasomal menghimbau agar pemerintah segera memulai pengembangan industri aspal ramah lingkungan ini untuk kebutuhan pembangunan jalan raya di seluruh wilayah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Ia meyakini, dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta melibatkan para ahli teknologi pengolahan limbah, Indonesia berpeluang menjadi pemimpin dunia dalam inovasi aspal berkualitas tinggi berbasis limbah.

 

Lebih jauh lagi, pengembangan industri ini diprediksi akan membuka peluang kerja luas bagi ratusan ribu tenaga kerja terampil, serta menjadikan Indonesia pemain utama di pasar global mengingat kebutuhan dunia akan aspal berkualitas senantiasa tinggi, mengingat infrastruktur jalan yang baik adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

 

“Saya berharap dalam satu tahun masa kepemimpinan, Bapak Presiden dapat mewujudkan langkah besar ini sebagai bukti kesuksesan dan kemajuan Indonesia yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, selain dikenal sebagai Pakar Hukum dan Ekonom, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal juga menjabat sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.call center 08118419269

(Red)

Berita Terkait

Prof. Sutan Nasomal: Presiden RI Jangan Sembarangan Setujui Wacana Jalan Provinsi Berbayar di Jawa Barat  
Tingkatkan Kualitas Sdm, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama Pkbm Amanah Alwasliyah Indrapura
Kalapas Labuhan Ruku Sambut Humanis Aksi Unjuk Rasa Wartawan, Utamakan Dialog dan Keterbukaan Informasi
Prof Dr Sutan Nasomal : Oknum Tokoh Pendidik Agama Melakukan Skandal Pelecehan Sexsual Wajib Di Hukum Mati Oleh Hukum Indonesia
Razia Gabungan Libatkan APH, LSM dan Media, Lapas Labuhan Ruku Dipastikan Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba
Tegaskan Komitmen Bersih Dari Narkoba, Handphone Ilegal Dan Penipuan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan
64 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Ikut Sidang Tpp, Bahas Usulan Pb, Cb Dan Tamping
TAGLINE “BAHAGIA” HANYA JARGON KOSONG! Rusian Heri Pj Sekda Bungkam Total, 36 Jam WA Tak Direspon  
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:52

Prof. Dr. Sutan Nasomal Sarankan Presiden Prabowo Dirikan Pabrik Aspal dari Limbah Plastik dan Karet: Solusi Efektif, Berdaya Guna, dan Ramah Lingkungan

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:05

Prof. Sutan Nasomal: Presiden RI Jangan Sembarangan Setujui Wacana Jalan Provinsi Berbayar di Jawa Barat  

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:47

Tingkatkan Kualitas Sdm, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama Pkbm Amanah Alwasliyah Indrapura

Senin, 11 Mei 2026 - 08:37

Kalapas Labuhan Ruku Sambut Humanis Aksi Unjuk Rasa Wartawan, Utamakan Dialog dan Keterbukaan Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:20

Prof Dr Sutan Nasomal : Oknum Tokoh Pendidik Agama Melakukan Skandal Pelecehan Sexsual Wajib Di Hukum Mati Oleh Hukum Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:00

Tegaskan Komitmen Bersih Dari Narkoba, Handphone Ilegal Dan Penipuan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:25

64 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Ikut Sidang Tpp, Bahas Usulan Pb, Cb Dan Tamping

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:44

TAGLINE “BAHAGIA” HANYA JARGON KOSONG! Rusian Heri Pj Sekda Bungkam Total, 36 Jam WA Tak Direspon  

Berita Terbaru