Prof. Dr. Sutan Nasomal Sarankan Presiden Prabowo Dirikan Pabrik Aspal Berbahan Plastik dan Limbah Karet Solusi Ramah Lingkungan dan Efisien untuk Infrastruktur Nasional

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta|piv.co.id-27Oktober 2025

Pakar Hukum Internasional sekaligus ekonom nasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., memberikan saran strategis kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar memprioritaskan pendirian pabrik aspal berbahan dasar limbah plastik dan karet. Gagasan tersebut dinilai mampu menjawab dua tantangan besar bangsa sekaligus: pengelolaan sampah nasional dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan.

 

Menurut Prof. Sutan Nasomal, kolaborasi antara pemerintah pusat, BUMN, dan BUMD di daerah akan menciptakan sistem produksi aspal nasional yang efisien, berdaya guna tinggi, dan berorientasi lingkungan.

 

“Pemerintah pusat dan daerah sebaiknya bersinergi memproduksi aspal dari sampah plastik dan limbah karet. Selain ramah lingkungan, biaya produksinya lebih murah, efektif, dan dapat menjaga kebersihan kota sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada sejumlah pimpinan redaksi media nasional di Jakarta.

 

Prof. Sutan menilai bahwa ketersediaan sampah plastik dan ban bekas di seluruh kota Indonesia sudah sangat mencukupi untuk mendukung berdirinya industri pengolahan aspal alternatif ini. Bahkan, menurutnya, kualitas aspal berbahan campuran plastik dan karet terbukti lebih kuat, tahan panas, serta tidak mudah retak dibanding aspal konvensional.

 

 “Aspal dengan campuran plastik dan karet memiliki daya ikat lebih kuat, tidak licin, dan mampu bertahan lama meskipun terpapar panas matahari atau hujan lebat. Ini solusi cerdas dan efisien karena tidak membutuhkan bahan kimia mahal,” jelasnya.

 

Baca Juga:  "REMON" Sapi Milik Bhabinkamtibmas Terpilih Sebagai Hewan Korban Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Guru Besar yang juga dikenal sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka itu menegaskan bahwa proyek nasional tersebut akan membuka lapangan kerja baru bagi ratusan ribu tenaga terampil di seluruh daerah. Ia juga menilai, pengembangan industri aspal ramah lingkungan berpotensi besar menjadikan Indonesia produsen aspal berkualitas tinggi di tingkat global.

 

“Jika pemerintah bersama Kementerian PUPR dan para ahli memulai langkah ini secara serius, Indonesia bisa menjadi pionir dalam teknologi aspal berbasis sampah plastik di dunia. Infrastruktur yang kuat akan memperlancar roda ekonomi nasional dan mempercepat kemajuan bangsa,” tambahnya.

 

Menutup pernyataannya, Prof. Sutan menyampaikan harapan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan program ini sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

 

“Semoga di tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo, gagasan besar ini dapat diwujudkan demi kemajuan Indonesia yang bersih, mandiri, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

 

Narasumber:

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.

Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka,

Jenderal Kompii, dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

Call Center: 0811-8419-260

(Red)

 

Berita Terkait

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN
Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 
Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan
Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”
UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?
EDITORIAL:  Kemerdekaan Harus Bermakna Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat, Bagaimana dengan Batu Bara? 
EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih
Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:44

Legal Hukum Kesultanan Asahan Apresiasi Polres Asahan Fasilitasi Pertemuan Kesultanan, PT BSP, Pemkab dan BPN

Rabu, 16 September 2026 - 11:53

Nasib Guru PPPK di Ujung Kontrak, PKS Desak Pemkab Batu Bara Beri Kepastian 

Minggu, 13 September 2026 - 02:56

Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap p/emilik SPPG MBG bila terjadi keracunan

Selasa, 1 September 2026 - 07:30

Jembatan Sukorejo Rp7,4 Miliar: Bronjong Tak Sesuai Spesifikasi, Volume Pondasi Diduga Menyusut, PPK Pilih “Tanya BPK”

Selasa, 1 September 2026 - 04:36

UANG RAKYAT DIBAYAR, DATA BERMASALAH— SIAPA YANG BUANG BADAN?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:44

EDITORIAL : Belum Juga Disetor: Rp11,6 Miliar Menguap Setahun Lebih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:43

Kesalahan Klasifikasi Belanja Raih Rp3,3 Miliar, Kadis Putr Dan Mantan Kadishub Memilih Bungkam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:20

BELANJA WAJIB TIDAK TERPENUHI, SEKDA BATU BARA DIKONFIRMASI TETAP BUNGKAM

Berita Terbaru