Krisis Sosial: Prof Sutan Nasomal Minta Desa Lindungi Warga dari Kelaparan  

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 02:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

JAKARTA |piv.co.id-

Kasus gantung diri ibu rumah tangga beserta anaknya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, akibat kelaparan dalam situasi ekonomi yang kurang baik, menjadi perhatian serius Prof Dr Sutan Nasomal, Pakar Hukum Internasional. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai bukti “krisis sosial desa gagal melindungi warganya”.

 

Dalam temu bicara dengan redaksi media cetak dan daring dalam dan luar negeri melalui telepon seluler pada 11/1/2025 dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka Jakarta, ia mengajak Presiden Jenderal H. Prabowo Subianto untuk membuat Keputusan Presiden (Keppres) tentang kewajiban Pemerintah Desa (Pemdes) untuk melindungi, mengayomi, dan membantu warga miskin minimal dengan sandang dan pangan, agar terhindar dari keputusasaan akibat kelaparan.

 

“Kalau ini berlanjutan, akan banyak terjadi peristiwa bunuh diri karena ekonomi. Sebaiknya desa menyisir dan mendata warga miskin yang kelaparan, sementara Bupati atau Walikota mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) atau Peraturan Walikota (Perwali) untuk antisipasi,” ujarnya.

 

Prof Sutan Nasomal mengakui dampak krisis moneter membuat Pemdes gagal mengayomi warganya. Menurutnya, krisis sosial telah mencapai tahap kritis, karena kantor desa beserta stafnya belum maksimal dalam memantau kondisi warga yang mungkin tidak makan atau sakit namun tidak mampu berobat.

Baca Juga:  Integritas Jadi Sorotan! Kalapas Labuhan Ruku Sematkan Kenaikan Pangkat kepada 22 ASN

 

“Desa adalah pemerintah terdekat dengan masyarakat. Mengapa tidak mampu mendata mereka yang tenggelam dalam keputusasaan akibat faktor ekonomi?” tandasnya.

 

Ia menegaskan, bila dukungan dari saudara tidak ada, maka desa wajib memberikan solusi. “Tidak boleh ada warga yang kelaparan di bawah pemerintahan NKRI,” tegasnya.

 

Kejadian di Kebumen harus menjadi teguran bagi pemerintah daerah, pemdes, dan ulama agar tidak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan juga kesejahteraan masyarakat. “Bohong jika pemkab dan pemdes tidak bisa memperhatikan lingkungannya. Mundur saja para pejabatnya kalau tidak menolong rakyat,” tegasnya.

 

Ia menyampaikan, tahun 2026 Indonesia akan dipimpin oleh Presiden Prabowo yang penuh kasih sayang, sehingga para pemimpin daerah harus mengikuti contohnya. Puluhan milyar anggaran cadangan di setiap provinsi bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang sedang sengsara akibat kelaparan.

 

Ia juga berharap TNI dan Polri dapat turut memperhatikan permasalahan ini, agar tidak ada lagi kejadian tragis seperti ibu dan anak yang gantung diri karena masalah ekonomi dan kelaparan.

(Red)

Berita Terkait

Hari Ketiga Lebaran, Lapas Labuhan Ruku Berikan Pelayanan Kunjungan Maksimal bagi Warga Binaan
Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, Wujud Apresiasi dan Harapan Baru
Khidmat dan Penuh Makna, Lapas Labuhan Ruku Gelar Sholat Idul Fitri Bersama Warga Binaan dan Petugas
Remisi Nyepi di Lapas Labuhan Ruku: Dua Warga Binaan Dapat Pengurangan Masa Hukuman
Kecurian di RS Hermina Medan, Humas Rumah Sakit Bungkam  
Kalapas Labuhan Ruku Sambut Silaturahmi PDPM Asahan, Bahas Sinergi Pembinaan
Kalapas Labuhan Ruku Buka Kajian Intensif Ramadhan 1447 H, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso Salurkan 50 Paket Sembako di Lapas Labuhan Ruku, Perkuat Kepedulian Ramadhan bagi Keluarga Warga Binaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 22:58

Hari Ketiga Lebaran, Lapas Labuhan Ruku Berikan Pelayanan Kunjungan Maksimal bagi Warga Binaan

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:24

Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, Wujud Apresiasi dan Harapan Baru

Minggu, 22 Maret 2026 - 05:16

Khidmat dan Penuh Makna, Lapas Labuhan Ruku Gelar Sholat Idul Fitri Bersama Warga Binaan dan Petugas

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:19

Remisi Nyepi di Lapas Labuhan Ruku: Dua Warga Binaan Dapat Pengurangan Masa Hukuman

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:04

Kecurian di RS Hermina Medan, Humas Rumah Sakit Bungkam  

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:53

Kalapas Labuhan Ruku Buka Kajian Intensif Ramadhan 1447 H, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:02

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso Salurkan 50 Paket Sembako di Lapas Labuhan Ruku, Perkuat Kepedulian Ramadhan bagi Keluarga Warga Binaan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:55

Sugiat Santoso Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Program MBG, Dukung Pendirian Politeknik di Batu Bara

Berita Terbaru