Plt. Kadis Perkim & LH Batubara Tavy Juanda, S.T Bungkam Soal Aset Rp 844 Juta yang Lenyap, Publik Pertanyakan Etika Pejabat Pengguna Anggaran

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batubara | piv.co.id —

Temuan serius kembali mencuat dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI Nomor 42.B/LHP/XVIII.MDN/05/2024 tanggal 20 Mei 2024. Dalam laporan tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap lenyapnya aset tetap berupa peralatan dan mesin pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Batubara.

 

Hasil pemeriksaan uji petik BPK mencatat bahwa sejumlah aset penting yang dibeli dari APBD tahun 2009–2016 maupun hibah tahun 2016 tidak dapat ditelusuri keberadaannya, antara lain:

 

-Truck Colt Diesel BK 8899 BB (hibah 2016)

-Truck Colt Diesel BK 8815 V (hibah 2016)

-Berbagai sepeda motor pengadaan APBD 2009–2016

 

Total nilai aset yang tidak ditemukan tersebut mencapai Rp 844.523.069.

 

BPK menegaskan bahwa hingga pemeriksaan berakhir, pengurus barang tidak dapat menjelaskan keberadaan aset-aset tersebut, sebuah indikasi kelemahan serius dalam penatausahaan aset daerah.

 

Lebih dari Tiga Kali 24 Jam, Plt. Kadis Perkim-LH Tavy Juanda, S.T Tetap Bungkam

 

piv.co.id telah mencoba melakukan konfirmasi resmi selama lebih dari tiga kali 24 jam kepada Plt. Kepala Dinas Perkim dan LH, Tavy Juanda, S.T, namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban, klarifikasi, ataupun sikap terbuka dari pihaknya.

Sikap bungkam tersebut menimbulkan tanda tanya besar, terlebih karena seorang pejabat publik adalah pengguna anggaran yang digaji dari uang rakyat.

Tidak seharusnya pejabat publik menutup diri dari konfirmasi media, sebab adab dan etika adalah bagian fundamental dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga amanat undang-undang.

 

Pertanyaan yang Diajukan kepada Tavy Juanda, S.T

Baca Juga:  Soal Rp 20 Miliar, Nasrul Dan Hardiman "BISU”  

 

Media telah menyampaikan beberapa pertanyaan kunci, antara lain:

1. Langkah konkret apa yang dilakukan untuk menelusuri aset-aset yang hilang?

 

2. Apakah sudah dibentuk tim verifikasi atau audit internal? Apa hasil sementaranya?

 

3. Bagaimana tindak lanjut terhadap pengurus barang yang tidak dapat menjelaskan keberadaan aset tersebut?

 

4. Apa rencana perbaikan sistem pengendalian internal agar kasus serupa tidak terulang?

 

5. Apakah sudah ada laporan tindak lanjut (TL) kepada Inspektorat atau BPK? Bagaimana progresnya?

 

Sayangnya, seluruh pertanyaan tersebut belum mendapat respons.

 

Publik Mendesak Evaluasi dari Bupati Batubara

 

Dengan mencuatnya temuan besar ini, semakin banyak pihak menilai bahwa Bupati Batubara yang membawa motto “Batubara Bahagia” sudah sewajarnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Plt. Kadis Perkim dan LH, Tavy Juanda, S.T.

 

Ketiadaan respons atas temuan aset daerah yang hilang mencapai ratusan juta dinilai sebagai sikap yang kontraproduktif terhadap semangat transparansi yang dijunjung dalam pemerintahan daerah.

 

Akar Masalah: Pengendalian Internal Lemah

 

Temuan BPK menunjukkan adanya kelemahan signifikan dalam Sistem Pengendalian Internal (SPI) pada pengelolaan aset Pemkab Batubara. Ketidaktertelusuran aset selama bertahun-tahun menandakan bahwa monitoring, pencatatan, dan pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Kasus ini bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut akuntabilitas keuangan daerah dan potensi munculnya kerugian negara.

 

Hilangnya aset daerah senilai lebih dari Rp 844 juta, ditambah sikap bungkam pejabat yang bertanggung jawab, semakin menegaskan perlunya evaluasi serius dan langkah korektif yang tegas dari Pemkab Batubara.

 

Publik menanti transparansi, pertanggungjawaban, dan kejelasan.

(Red)

Berita Terkait

Tingkatkan Kualitas Sdm, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama Pkbm Amanah Alwasliyah Indrapura
Kalapas Labuhan Ruku Sambut Humanis Aksi Unjuk Rasa Wartawan, Utamakan Dialog dan Keterbukaan Informasi
Prof Dr Sutan Nasomal : Oknum Tokoh Pendidik Agama Melakukan Skandal Pelecehan Sexsual Wajib Di Hukum Mati Oleh Hukum Indonesia
Razia Gabungan Libatkan APH, LSM dan Media, Lapas Labuhan Ruku Dipastikan Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba
Tegaskan Komitmen Bersih Dari Narkoba, Handphone Ilegal Dan Penipuan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan
64 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Ikut Sidang Tpp, Bahas Usulan Pb, Cb Dan Tamping
TAGLINE “BAHAGIA” HANYA JARGON KOSONG! Rusian Heri Pj Sekda Bungkam Total, 36 Jam WA Tak Direspon  
Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua Tp Pkk Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun Di Lapas Labuhan Ruku 
Berita ini 177 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:47

Tingkatkan Kualitas Sdm, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pembinaan Pendidikan Bersama Pkbm Amanah Alwasliyah Indrapura

Senin, 11 Mei 2026 - 08:37

Kalapas Labuhan Ruku Sambut Humanis Aksi Unjuk Rasa Wartawan, Utamakan Dialog dan Keterbukaan Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:20

Prof Dr Sutan Nasomal : Oknum Tokoh Pendidik Agama Melakukan Skandal Pelecehan Sexsual Wajib Di Hukum Mati Oleh Hukum Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:54

Razia Gabungan Libatkan APH, LSM dan Media, Lapas Labuhan Ruku Dipastikan Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:00

Tegaskan Komitmen Bersih Dari Narkoba, Handphone Ilegal Dan Penipuan Online, Lapas Labuhan Ruku Laksanakan Ikrar Pemasyarakatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:44

TAGLINE “BAHAGIA” HANYA JARGON KOSONG! Rusian Heri Pj Sekda Bungkam Total, 36 Jam WA Tak Direspon  

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:01

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua Tp Pkk Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun Di Lapas Labuhan Ruku 

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:54

Soal Rp 20 Miliar, Nasrul Dan Hardiman “BISU”  

Berita Terbaru