MEDAN|piv.co.id–Rabu 11 maret 2026 Kejadian kehilangan barang berharga yang dialami seorang pendamping pasien di Rumah Sakit (RS) Hermina Medan telah mencatat nama kasus baru terkait keamanan fasilitas kesehatan di kota ini. Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan tanggapan resmi meskipun permintaan konfirmasi telah disampaikan selama lebih dari 24 jam.

Kasus kecurian terjadi pada dini hari, antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB beberapa waktu lalu, di ruangan perawatan tingkat tiga RS Hermina yang berlokasi di Jalan Asrama, Kelurahan Sei Sikambing C II, Kecamatan Medan Helvetia. Korban, Ira Purwati, yang sedang menjaga anaknya yang menjalani perawatan, mengalami kerugian berupa satu unit smartphone iPhone dan tiga lembar kartu ATM masing-masing dari Bank BRI, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Sumut. Kejadian telah didaftarkan dalam Laporan Polisi (LP) Nomor LP/B/88/2026/SPKT/Polsek Medan Helvetia.
Irwansyah Putra, suami korban, menyampaikan kekhawatiran dan kekecewaannya terkait insiden tersebut. “Kita tidak hanya merasakan kerugian materiil, tetapi juga trauma menyertai kejadian ini. Pada saat kejadian diperkirakan terjadi, istri saya sedang tertidur bersama anak kita yang sedang sakit di ruangan tersebut. Hal ini mengundang pertanyaan serius terkait bagaimana akses pihak yang tidak berwenang dapat masuk dengan leluasa ke area rawat inap,” ujar Irwansyah kepada awak media.
Selain itu, dia juga mengkritik tanggapan yang diterima dari pihak manajemen RS Hermina.
“Pihak rumah sakit menyatakan tidak dapat memberikan ganti rugi berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, namun tidak menjelaskan secara rinci poin mana dalam SOP yang menjadi dasar penolakan tersebut. Hal ini semakin memperdalam perasaan tidak puas terhadap layanan yang diberikan,” jelasnya dengan nada tegas.
Sebagai pelanggan tetap yang telah lama menggunakan layanan RS Hermina, Irwansyah menyatakan keputusannya untuk tidak lagi memilih fasilitas ini.
“Kami telah mempercayakan kesehatan keluarga kepada RS Hermina selama bertahun-tahun, namun kejadian ini menunjukkan bahwa aspek keamanan belum menjadi prioritas utama. Kerugian smartphone dapat diganti, tetapi kepercayaan dan rasa aman yang hilang tidak dapat dengan mudah dipulihkan,” tambahnya.
Penulis sebagai owner media piv.co.id. telah mengajukan serangkaian pertanyaan resmi terkait tanggapan pihak RS Hermina, langkah-langkah peningkatan keamanan yang akan dilakukan, kebijakan penanganan keluhan kehilangan barang, serta koordinasi dengan kepolisian dalam penyelidikan kasus ini. Sampai batas waktu berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan tertulis atau lisan dari pihak manajemen RS Hermina.
RS Hermina Medan yang mulai beroperasi tahun 2017 dikenal memiliki beberapa layanan unggulan, antara lain poliklinik gigi spesialistik, klinik tumbuh kembang anak, serta berperan sebagai pusat penanganan trauma (trauma center) di wilayah Medan.
(Amin)


















