Batubara | piv.co.id – RSUD H. OK Arya Zulkarnain Batubara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil penilaian Call for Candidate (CfC) 2025 yang diumumkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), rumah sakit ini meraih predikat “Sangat Baik” dalam aspek Kepatuhan Pelaporan Dosis Pasien dan Penerapan Tingkat Panduan Diagnostik (TPD).26/9/2025
TPD merupakan panduan nasional untuk memastikan proteksi serta keselamatan pasien selama pemeriksaan radiologi. Melalui penerapan standar tersebut, dosis paparan radiasi dapat dikendalikan secara tepat, sehingga risiko berlebih dapat diminimalkan tanpa mengurangi kualitas diagnosis medis.
Selain itu, penilaian CfC juga menekankan kepatuhan fasilitas kesehatan dalam pelaporan dosis pasien melalui Si-INTAN (Sistem Informasi Dosis Pasien), sebuah aplikasi berbasis web yang dikembangkan sebagai database nasional untuk optimisasi proteksi radiasi dan manajemen dosis pasien.
Dalam penilaian tahun 2025, RSUD H. OK Arya Zulkarnain Batubara mencatat tingkat kepatuhan sebesar 91,5% pada instalasi radiologi diagnostik dan intervensional. Hasil ini menempatkan RSUD Batubara sebagai satu-satunya rumah sakit di Sumatera Utara yang berhasil meraih predikat Sangat Baik.
Secara nasional, dari 18 rumah sakit di Indonesia baik swasta maupun daerah yang meraih kategori serupa, RSUD Batubara berada di peringkat ke-8. Sejumlah rumah sakit ternama lainnya yang masuk dalam daftar di antaranya RS Hermina Yogyakarta, MRCCC Siloam Hospital, RSUD Dr. Sayidiman Magetan, hingga Eka Hospital Cibubur. Sementara itu, terdapat 23 rumah sakit lain yang hanya memperoleh predikat Baik dan Cukup.
Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain Batubara, dr. Guruh Wahyu Nugraha, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
“Ini adalah pencapaian bersama seluruh masyarakat Batubara. Terima kasih kepada Bapak Bupati Batubara yang sangat peduli dan memberi perhatian penuh terhadap pengembangan rumah sakit kita. Tentunya doa dan dukungan masyarakat Batubara sangat kami harapkan agar kami bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan tenaga profesional, salah satunya fisikawan medis Josepa ND Simanjuntak, M.Si, yang berperan dalam membimbing penerapan standar keselamatan radiasi di RSUD Batubara.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen RSUD H. OK Arya Zulkarnain Batubara dalam menjaga keselamatan pasien, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan terbaik di tingkat nasional.
(Red)


















