Batubara | piv.co.id – Menyusul ramainya isu seputar penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Transformasi Sekolah Inklusi: Kompetensi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan” yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Batubara pada 18 September 2025, anggota Komisi C DPRD Sumut, H. Ahmad Hadian, S.Pd.I., MAP., sekaligus pembina Yayasan Bengkel Karakter Robbani, memberikan klarifikasi resmi.
Bimtek yang sempat menuai sorotan publik karena sensitifitas isu pendidikan inklusif di Batubara, ditegaskan Ustadz Hadian, sepenuhnya difasilitasi secara mandiri oleh Yayasan Bengkel Karakter Robbani tanpa melibatkan anggaran Pemkab maupun Dinas Pendidikan.
“Ini adalah bagian dari kepedulian saya sebagai wakil rakyat terhadap kampung halaman. Semua biaya, mulai dari honor narasumber, konsumsi, hingga sertifikat resmi, ditanggung oleh yayasan kami. Tidak ada satu rupiah pun menggunakan dana dinas,” tegas Ustadz Hadian.
Dalam penjelasannya, Hadian mengungkap bahwa gagasan ini lahir saat berdiskusi dengan pejabat Dinas Pendidikan mengenai implementasi sekolah inklusi di Batubara. Ia menyoroti bahwa dari 25 SD yang telah ditetapkan sebagai sekolah inklusi oleh Bupati, banyak yang menghadapi keterbatasan, mulai dari tenaga pendidik hingga sarana konseling bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Melalui SDIT Plus Al-Hadi sekolah inklusif yang ia dirikan dan dukungan psikolog pendidikan berlisensi, Yayasan Bengkel Karakter Robbani berupaya membangun model pendidikan inklusi yang sesungguhnya.
Kegiatan Bimtek ini menghadirkan dua narasumber utama. Pertama, Ahmad Hadian, S.Pd.I, M.AP, C.STIFIn, C.TM, C.Ht, yang membawakan materi tentang “Membangun Etos Kerja dan Profesionalitas Guru dalam Mengelola Pendidikan Inklusif.”
Kedua, Socha S. Kardiadinata, S.Psi, M.Psi, Psikolog, seorang Psikolog Pendidikan dan Owner ASA Psychology Center Batubara, yang memberikan materi teknis mengenai “Tata Laksana Pembelajaran Inklusif bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).”
Kombinasi kedua materi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru, tidak hanya dari sisi profesionalitas dan manajemen sekolah, tetapi juga pemahaman praktis dalam mendampingi anak-anak ABK secara tepat dan berkesinambungan.
Hadian menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Yayasan Bengkel Karakter Robbani yang sejak lama dijalankannya. Selama menjadi anggota DPRD Sumut, ia kerap memfasilitasi seminar parenting, capacity building, hingga pelatihan guru tanpa memungut biaya.
“Prinsipnya, membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga mental, moral, dan spiritual. Itu yang terus saya lakukan,” ujarnya.
Acara yang dihadiri lebih dari 175 peserta ini juga mendapat apresiasi dari jajaran Pemkab dan DPRD Batubara. Asisten I Setdakab Batubara yang mewakili Bupati menyampaikan sambutan positif, disusul pernyataan Plt Kadis Pendidikan, Wali Wala Azhari Sagala, S.Pd., MH:
“Kegiatan Bimtek ini sepenuhnya dibiayai oleh Ustadz Hadian dan tidak menggunakan anggaran Dinas Pendidikan sepeserpun. Untuk itu kami sangat menghargai dan berterima kasih kepada beliau dan Yayasan Bengkel Karakter atas kebaikan ini.”
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Batubara, Tengku Rodial, mengingatkan pentingnya konsistensi sekolah inklusi dalam meningkatkan kualitas guru sebagai amanah undang-undang.
Konfirmasi ini sekaligus meluruskan spekulasi publik terkait penyelenggaraan Bimtek yang belakangan dianggap sarat isu. Hadian menegaskan, apa yang dilakukan adalah bentuk kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia Batubara melalui jalur pendidikan inklusif yang profesional dan berkelanjutan.
(Red)


















