GWI Minta Semua Pihak Lepaskan Ego Sektoral, Dukung Program Swasembada Pangan Presiden

- Penulis

Selasa, 29 April 2025 - 15:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batu Bara (piv.co.id)

DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sumut meminta semua pihak yakni DPRD Batu Bara, Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara, dan PT. Socfindo, untuk melepaskan ego sektoral dan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden. Hal ini disampaikan setelah ditemukan kelebihan HGU (Hak Guna Usaha) PT. Socfindo seluas 732 hektar di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Penguasaan lahan oleh PT. Socfindo selama 5 abad lebih dengan alas Hak Guna Usaha (HGU) ternyata menyisakan berbagai persoalan. Persoalan ini mulai muncul ketika DPRD Kabupaten Batu Bara meminta data luasan HGU dua divisi kepada Kementrian agraria dan tata ruang badan pertanahan nasional provinsi Sumatera Utara .

Permintaan Pertama di divisi PT. Socfindo, tanah Gambus dengan nomor surat permintaan 170/1715/04.2023 dan permintaan kedua HGU PT.socfindo perkebunan Lima puluh dengan nomor surat 170/1715/04.2023

Dan permintaan tersebut di sahuti oleh Kementrian agraria dan tata ruang badan pertanahan nasional provinsi Sumatera Utara dengan nomor surat IP. 02.05/294-12.09/VII/2023.

Setelah pengukuran diketahui ada kelebihan lahan yang cukup signifikan yakni lebih kurang 732 hektar

GWI menilai bahwa ego sektoral dapat menghambat kemajuan dan kepentingan rakyat. Pola pikir “silo mentality” yang tidak mau berbagi informasi atau bekerja sama dengan masyarakat dapat memperburuk situasi. Oleh karena itu, GWI meminta semua pihak untuk bekerja sama dan mengutamakan kepentingan rakyat dan negara.

DPD GWI Sumut sendiri sangat mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden dan meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan ini. Dengan melepaskan ego sektoral dan bekerja sama, diharapkan program swasembada pangan dapat berjalan lancar dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Amin, perwakilan DPD GWI Sumut saat di temui di cafe callmed Jalinsum Petatal menambahkan bahwa ego sektoral biasanya cenderung mengutamakan kepentingan atau tujuan sektornya sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan rakyat dan negara yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, GWI meminta semua pihak untuk melepaskan ego sektoral dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.selasa (29/4/25)

Baca Juga:  Prof Dr Sutan Nasomal Minta Presiden RI Perintahkan Menteri Bentuk Tim Sidik Aparat Gila Judol "HP Perangkat Aparat Wajib Di Pantau!!! "   

GWI berharap semua pihak dapat bekerja sama dan mengutamakan kepentingan rakyat dan negara. Dengan melepaskan ego sektoral dan bekerja sama, diharapkan dapat menciptakan situasi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Disisi lain tidak kalah pentingnya adalah Kelebihan HGU PT.Socfindo diprediksi 700 hektare itu sebaiknya dikelola oleh Pemerintah Daerah Kab.Batu Bara mekanismenya membentuk kelompok tani ketahanan pangan yang diwakili oleh Gapoktan Perkecamatan dan pembentukan Gapoktan Kabupaten sebagai induk atau dikelola oleh BUMD itu sepenuhnya keputusan Bupati dan DPRD Batu Bara.

Kedua Narasi ini bila diperhitungkan dan dijadikan pilot proyek maka peningkatan ekonomi perdagangan dan agribisnis pertanian menambah PAD Kab.Batu Bara yang terintegrasi terukur dan transparan demi kemajuan Daerah.

 

Rencana pembangunan kawasan perdagangan dan jasa koridor 100 meter kanan dan kiri ruas jalan arteri primer yang ada di lahan HGU membelah Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Lima Puluh (Seputaran Simpang Gambus menuju Lima Puluh Kota),dengan narasi mewujudkan,kawasan perdagangan dan koridor adalah dua konsep yang saling terkait dalam perencanaan kota dan tata ruang, terutama dalam konteks pengembangan ekonomi dan mobilitas. Kawasan perdagangan adalah area yang didedikasikan untuk kegiatan ekonomi, seperti toko, pusat perbelanjaan, dan pasar, sementara koridor adalah jalur transportasi atau ruang yang menghubungkan berbagai kawasan, termasuk kawasan perdagangan.

 

“Tidak ada alasan lain ,lahan diluar Hak,kembalikan kepada Negara/Pemerintah Daerah”,tutup Amin.

(*Red)

Berita Terkait

Serius Bidik WBK 2026, Lapas Labuhan Ruku Saring Ketat Tim Pokja Zona Integritas
Gap-su Ajukan Permohonan Penanganan Usaha Ilegal Cangkang Sawit Di Desa Pulau Maria
Perkuat Keamanan, Kanwil Ditjenpas Sumut Sidak Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku
Wujudkan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Tebar 10.000 Benih Ikan Lele
Isra Mi’raj di Lapas Labuhan Ruku, Tausiah Ustadz Anugerah Cahyadi Hangatkan Suasana
Apresiasi Dedikasi Pegawai, Kalapas Labuhan Ruku Berikan Penghargaan kepada Teladan Periode Januari  
Mantap Menuju WBK! Lapas Labuhan Ruku Deklarasikan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas
Gangguan Layanan Diberi Kompensasi, Bukti Keseriusan Lapas Labuhan Ruku Layani Masyarakat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:43

Serius Bidik WBK 2026, Lapas Labuhan Ruku Saring Ketat Tim Pokja Zona Integritas

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Gap-su Ajukan Permohonan Penanganan Usaha Ilegal Cangkang Sawit Di Desa Pulau Maria

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:21

Perkuat Keamanan, Kanwil Ditjenpas Sumut Sidak Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:14

Wujudkan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Tebar 10.000 Benih Ikan Lele

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:52

Isra Mi’raj di Lapas Labuhan Ruku, Tausiah Ustadz Anugerah Cahyadi Hangatkan Suasana

Selasa, 3 Februari 2026 - 04:15

Mantap Menuju WBK! Lapas Labuhan Ruku Deklarasikan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:43

Gangguan Layanan Diberi Kompensasi, Bukti Keseriusan Lapas Labuhan Ruku Layani Masyarakat

Jumat, 30 Januari 2026 - 01:59

Peduli Kesehatan Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Adakan Cek Kesehatan Gratis dan Skrining HIV

Berita Terbaru