Prof Dr Sutan Nasomal Desak Presiden Kembalikan Independensi KPK, dan Minta KPK Evaluasi Kinerja Korsup V

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 02:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Jakarta |piv.co.id- Tokoh sekaligus pakar hukum internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal desak Presiden Prabowo Subianto untuk berani kembalikan independensi lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hal itu disampaikan Prof Sutan Nasomal demi kembalikan masa kejayaan KPK. Ia menilai mengembalikan independensi KPK sejalan dengan misi Presiden Prabowo yang berkomitmen berperang melawan korupsi.

“Kita mendesak presiden kembalikan masa kejayaan KPK, banyak kasus besar yang tidak bisa disentuh sejak revisi UU KPK 2019 disahkan,” Ujarnya Senin (22/9/25).

 

Prof Dr Sutan Nasomal mendesak Presiden melakukan beberapa hal diantaranya: Hapuskan sistem politik yang oligarkis, melepaskan pengaruh elite bisnis super kaya dalam penyelenggaraan negara.

 

Bersihkan KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan lembaga peradilan dari intervensi politik dan mafia hukum.

 

Revisi Undang-Undang KPK. Kembalikan independensi KPK, lepaskan dari kontrol eksekutif, dan keluarkan seluruh polisi dan jaksa dari KPK.

 

Perkuat instrumen hukum pemberantasan Korupsi. Revisi UU Tindak Pidana Korupsi, sahkan RUU Perampasan Aset, aturan mengenai Konflik kepentingan, aturan mengenai perlindungan korban korupsi, dan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal yang prosesnya berpijak pada prinsip partisipasi publik yang bermakna.

Baca Juga:  Kalapas Labuhan Ruku Sambangi Polsek, Tingkatkan Sinergitas Keamanan Lapas

 

“Kami ajukan beberapa tuntutan, hilangkan pengaruh/intervensi oligarki dalam penegakan hukum, sahkan RUU perampasan aset, bersihkan KPK Kepolisian Kejaksaan dari intervensi politik, dan revisi UU tindak pidana korupsi,” Ujarnya

 

Ia juga menyoroti kinerja KPK Bidang Koordinasi dan Supervisi V (Korsup wilayah Bali, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, dan Papua Barat). Menurutnya korsup V belum optimal dalam melakukan srategi pendidikan dan penindakan korupsi, hanya berfokus kepada pencegahan.

 

“Pendidikan korupsi penting juga diberikan kepada masyarakat, mahasiswa, aktivis dan media sesuai UU KPK, bukan hanya kepada instansi pemerintah,” Tambahnya.

 

Prof Dr Sutan Nasomal menjelaskan penindakan korupsi yang tidak optimal di wilayah V tidak akan menjadi warning kepada para pejabat dan pengembalian aset negara.

 

“Sampai hari ini, kita belum mendengar penindakan dalam kasus besar diwilayah V, apa karna tidak ada kasus korupsi yang dilaporkan atau kinerja yang buruk, kita menyayangkan banyak statmen ‘mengingatkan daripada penindakan,” Tutupnya.

 

Nara Sumber Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonom juga Presiden Partai Oposisi Merdeka serta Jenderal Kompii dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

(Red)

Berita Terkait

Prof. Sutan Nasomal Berharap Presiden Prabowo Mau Mendengar Suara Rakyat
EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?
Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 
TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN
EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden Ri Agar Polri Tinggalkan Kebiasaan Lamanya Yang Tidak Bagus
Belanja Pengawasan Asahan: Temuan Dan Kebungkaman
Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:25

Prof. Sutan Nasomal Berharap Presiden Prabowo Mau Mendengar Suara Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:27

EDITORIAL  Hibah Bernilai Fantastis: Mengapa Polres dan GEMKARA Mendapat Porsi Terbesar di Tengah Seruan Efisiensi?

Senin, 22 Juni 2026 - 11:04

Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun 

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:16

TIGA PMI BERANI LAPORKAN KEKERASAN, KJRI JOHOR BAHRU JADI PENJAGA HARAPAN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:09

EDITORIAL: Antara WTP, Jejak WDP, dan Jalan Panjang Menuju Tata Kelola yang Sebenarnya  

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:44

Belanja Pengawasan Asahan: Temuan Dan Kebungkaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:02

Kerugian Capai Rp883 Juta, Kepala Dinas PUTR Agus Jaka Putra Ginting, S.H, M.H. Belum Berikan Tanggapan  

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:26

Piagam Batu Bara Digelorakan, Mosi Tidak Percaya Menggema

Berita Terbaru